Kompetisi Nasional TEMBANG PUITIK Ananda Sukarlan 1

Surabaya, 08-10 April 2011

Poster Tembang Puitik Ananda Sukarlan 1Menyambung kerjasama artistik yang sangat mengesankan bersama Maestro Ananda Sukarlan pada awal tahun 2010 yang lalu, kini Amadeus Performing Arts dengan bangga mempersembahkan “Kompetisi Nasional TEMBANG PUITIK Ananda Sukarlan 1”.

Kompetisi vokal ini terinspirasi dari minat besar yang ditunjukkan oleh para vokalis yang terlibat dalam konser “TEMBANG PUITIK Ananda Sukarlan & friends” pada Mei 2010 yang lalu. Acara tersebut semakin membuka mata kami sebagai producer, Ananda Sukarlan selaku composer in residence, dan juga banyak pelaku seni vokal lainnya, bahwa masih banyak vokalis kita yang rindu untuk menyanyikan kembali artsong (musik sastra) ciptaan komponis-komponis Indonesia. Lagu Pujaan, Kisah Mawar di Malam Hari, Cintaku Jauh di Pulau, dan komposisi-komposisi sejenis yang dahulu seolah menjadi repertoire wajib bagi para vokalis yang mendalami musik sastra (atau dulu biasa disebut musik seriosa), semakin hari semakin jarang terdengar dan tergantikan oleh musik-musik populer yang lebih ringan dan instan. Dengan adanya kompetisi ini, diharapkan antusiasisme masyarakat seni terhadap karya musik sastra (Indonesia pada khususnya) bisa kembali menggeliat.

Kali ini Amadeus Performing Arts kembali bekerjasama dengan Maestro Ananda Sukarlan, yang dengan sangat antusias (dan berapi-api seperti biasanya ia) mengumpulkan kembali beratus-ratus lembar catatan musiknya yang berserakan di berbagai tempat (bila Anda membaca blognya http://andystarblogger.blogspot.com, Anda akan mengerti maksud saya) untuk dijadikan repertoire-repertoire wajib dalam kompetisi ini. Beruntung sekali kami karena beliau memiliki semangat dan idealisme yang sama untuk membawa angin segar dan warna baru ke dalam ranah musik vokal di tanah air.

Berikut adalah kata-kata yang ditulis sendiri oleh beliau mengenai kompetisi ini:

The whole problem can be stated quite simply by asking,’Is there a meaning to music?’ My answer would be, ‘Yes’. And ‘Can you state in so many words what the meaning is?’ My answer to that would be, ‘No’.

Aaron Copland (Komponis Amerika, 1900 – 1990)


Saya mengagumi banyak instrumen musik yang luar biasa: biola buatan Stradivarius, piano buatan Steinway dll. Tapi buat saya, instrumen terindah di dunia ini adalah suara manusia yang “pabrik”nya adalah Tuhan. Anda bisa menemukan 2 piano yang suaranya sama, tapi anda tidak bisa menemukan 2 manusia yang bersuara sama. Setiap “instrument” adalah unik. Mungkin itu sebabnya, biarpun instrumen saya sebagai performer adalah piano, mayoritas karya musik saya adalah karya vokal atau melibatkan vokal (walaupun saya sendiri tidak bisa menyanyi!). Itu sebabnya juga ketika Amadeus Performing Arts mengutarakan inisiatifnya untuk membuat kompetisi Tembang Puitik Ananda Sukarlan, saya sangat menyambut baik idenya. Sebuah inisiatif yang berani dan akan merupakan sebuah kontribusi yang sangat besar dalam dunia musik sastra Indonesia.

Amadeus telah mengenal karya-karya saya lewat kegiatan mereka awal tahun 2010 yang lalu, menyelenggarakan konser dengan karya-karya saya dengan sangat sukses, diikuti oleh puluhan musikus yang bukan hanya dari Surabaya saja. Kali ini mereka berniat untuk membuat sesuatu yang jauh lebih ambisius dan berarti. Kompetisi ini saya harapkan akan berdampak besar dan luas untuk perkembangan musik sastra di Indonesia, karena para peserta bukan hanya dituntut menyanyikan karya-karya saya saja tapi juga karya komponis Indonesia lainnya serta musik sastra dunia. Musik sastra adalah suatu karya seni yang perlu dipelajari secara mendalam, dan ditengah serbuan badai musik-musik murahan di Indonesia yang gencar, karya-karya musik sastra semakin dianggap “berat, sulit dan tidak bisa dinikmati secara mudah”. Semoga kompetisi ini kembali mempagelarkan ke masyarakat betapa pentingnya seni untuk meningkatkan sensitivitas dan intelektualitas bangsa serta membuat hidup kita lebih indah dan berarti.

Ananda Sukarlan, Oktober 2010

Amadeus Performing Arts bersama Maestro Ananda Sukarlan mengundang para pelaku musik vokal setanah air untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini. Mari kita sama-sama memandang acara ini bukan sebagai ajang unjuk kebolehan dan pemilihan ‘siapa yang terbaik’ belaka, namun lebih sebagai sebuah gerakan komunitas untuk membawa musik-musik berkualitas masuk lebih dalam dan lebih luas ke dalam peradaban manusia Indonesia.

(mengutip Sang Maestro)

Viva musica Indonesiana

Surabaya, Oktober 2010

Patrisna May Widuri
Amadeus Performing Arts